Ads 468x60px

Friday, September 15, 2017

Lit Up Your Life (Ep. 3)

Bismillahirrahman nirraheem...

Assalamu'alaikum warahmatullah.

Time flies...Dah empat bulan entri terakhir sebelum ni. (I don't  even remember what's the last entry on my blog until I checked it just now). Not in purpose actually to continue this post but since the theme is still related, so...let's just continue...Here it is~ bismillah

1) Books written by Teme

Few weeks ago, I asked one of a new good friend (we just knew we share the same interest, reading) what books are her fav. as well as some authors and..she mentioned Teme, author of 'Pelukis Jalanan' and 'Arkitek Jalanan'. and...MasyaAllah...coincidently...the two books are *let's make it as magic, ting!tetiba wujud& miliki* at my place the night before (well...doesn't mean baru sampai kat pasaran. Memang dah lama pun)

So...I read it and at this post...I am recommending that books 'to read list' if you haven't. Inspiring, motivation theme and based on true story of the author himself, a guy named as Teme (not a real name). Bacalah sendiri...sebab umpama kita tengok view dari tingkap yang sama, tapi apa yang kita pandang, refleksi dan muhasabah kita dapat tu berbeza2. As for me, I learn determination and persistency. That's my keyword. Can be on anything on life in general and specifically on study/education.

2) 'Cerita Gagal'

I'm not sure why. Out of nowhere I have the intention to read this one book. Tbh, usually I tend not to read those negative word as title. Somehow...tetiba out of sudden...on the spot last thursday or friday, I uploaded in ig asking if any of my friends have that book titled 'Cerita Gagal'. Seems like being ease(read: macam dipermudahkan sangat)...within an hour or two, a friend texted she have the book and easily letting me to borrow. really unexpectable.

Alhamdulillah manage to FINISH the book early this morning despite I'm being a slow reader lately. Two nights back halfway 100+ pages, yesterday quarter and the other quarter today. alhamdulillah 'ala kulli hal wa astaghfirullah min kulli zanbin.

3) Ustaz Pahrol books (thumbs up)

He's masterpiece always 'berisi' iman, soul and mind. RECOMMENDED!


To conclude this post, kak dhia is recommending the three points above. Coincidently the first two points are under Iman Publications. Ustaz Pahrol memang famous and one of my fav as well.

4) If you still searching for other book, would like to recommend books from Nazali Noor. Basically, since childhood, he have a dream to go to UK. Then, on his books he shared the journey since childhood, uni and up until he being as a lecturer in University of Liverpool and settling up there in UK till now. Of course...obviously based on true story.

May you gain benefits from this post, insyaAllah...hopefully... fi amanillah...



p/s: *peace* tetiba jadi empat point pulak dah entri ni padahal asalnya cuma dua...as well as dah conclude lepas no. 3, tup2 ada sambungan lepastu. saja je share. moga ada manfaat. biiznillah.
Read More »

Saturday, May 20, 2017

Lit Up Your Life (Ep. 2)


Have a Support Community/Team

Selalu luangkan masa dengan orang yang peduli dan prihatin akan kau. Yang kau bebas nak kongsi cerita dari family dan kawan2 yang dipercaya.



Supplement:
-> Jangan skip makan@meal (walau tak lapar, cuba bawa makan sarapan dan sekurang2nya makan nasi atau mee ke sekali sehari)
 -> Practice a healthy meal dan cuba minum kuantiti air putih yang mencukupi. (elakkan mee segera, junk food. Kalau fast food tu ok lagi sebab alternatif beli makanan tak masak sendiri. Dan cuba minum air putih yang mencukupi)
-> Cuba luangkan masa outdoor dan bersukan (pergi pantai ke, taman, dll)


Beberapa hari kepas, ada tengok kat tv kebetulan tengok kejap. Pasal kemurungan. Dalam bahasa inggerisnya depression la tu kan. Jadi yang saya dapat simpulkan ringkasan dari perkongsian mereka2 yang telah melalui situasi tu,..Diorang hadapi dengan...dekat dengan Allah, dan keluar rumah @ sibukkan diri. wallahu'alam bissawab. 

(up to here...I'm not sure if there's gonna be upcoming post of this theme. Kalau ada, adalah ye. fi amanillah. May Allah ease our matters allahumma amin amiin. )

wassalam...
Read More »

Friday, May 19, 2017

Lit Up Your Life (Ep. 1)

Bismillahirrahman nirraheem...

Assalamu'alaikum wmt.

Moga kali ni istiqomah menulis entri...Ok target readers kali ni untuk 1) mereka yang sedang mengalami depresi dan down mode. 2) Untuk yang nak adjust life reset button gitu.

Objektif? Setentunya a better life and way of thinking and inner peace. Mohon maaf ayat mix up yang penting moga bermanfaat dan saya akan usahakan cuba minimumkan penggunaan bahasa campur inggeris dan melayu, insyaAllah.

So...direct tak payah nak intro panjang sangat.

Kunci utama dan langkah pertama, 'Jaga hubungan dengan Allah' 

Kita tak kata hubungan baik dengan manusia tu tak penting. It's not that way. One step at a time, langkah demi langkah. Macam ada hadith tu 'ihfazillah, yahfazka' lebih kurang maksudnya bila kita jaga hubungan dengan Allah insyaAllah hal2 urusan kita akan dipermudahkan. Tak semestinya smooth setiap masa tapi walau ada rintangan ke apa, hati kita lapang dan tenang insyaAllah.

How...?

1) Dengan jaga solat
Cuba usahakan untuk lakukan tunai on time tak qadha dan awal waktu. Sebagai umat Islam kita tau solat tu tiang agama, solat tu wajib dan perkara pertama dihisab di akhirat nanti tapi...secara praktikal...So mungkin inilah hikmahnya Allah uji awak dengan depresi atau down tu sebab kalau life smooth lancar, naik dan terus naik tu, kalau Allah bagi awak macamtu awak akan makin lupa diri dan jauh, lalai dari Allah.

2) Zikir dan Al-Quran
Usahakan, biasakan baca Quran sebaik-baiknya awal pagi dan waktu malam beberapa muka surat atau even satu atau dua muka surat. Kalau sibuk sangat sekali sehari pun okey. Quran kan surat cintaNya dan cahaya di dunia, kubur dan akhirat (boleh baca doa khatam Al-Quran yang indah baitnya pasal penerang dan cahaya ni...)

Zikir tu apa2 je. Istighfar dan selawat pun dah okey. Sebolehnya kita ingatkan diri activate dari masa ke semasa, hati dan minda kita tak sunyi dari zikir. Macam connection signal internet kita suka bila tinggi kan. Ha...macamtu kita cuba hubungan dengan Allah. Lagi2 iman ni yazid wa yanqus- menaik dan berkurang, turun naik, dan syaitan akan selalu berusaha menyucuk kita dengan bisikan2 dan hasutan. 'Auzubillahi minnas-syaitonirrajeem. Moga Allah ArRahman lindungi dan kuatkan diri kita.

Oh lagi baik kalau kita tambah vitamin zikir ni dengan amalkan doa ma'surat (himpunan doa Rasulullah pagi dan petang) sekurang-kurangnya sekali sehari, baca selawat syifa, bismillah lima, selawat tafrijiyyah dan sebagainya. The closer we are to Allah, the benefits returns to each of us ourselves.

Supplement lain untuk episod kali ni,
->berharum-haruman (@pakai perfume tapi jangan berlebihan). Bagus untuk minda kita.
->Kemas rumah dan memasak (kemas tu kemas meja, bilik, mana2 ruang dalam rumah atau meja kerja kat ofis ke...dll)
->Kurangkan scroll media sosial. (takkan hampir siang malam asyik dengan fon kat tangan. spend time with something else)

InsyaAllah jumpa lagi episod2 akan datang. Fi amanillah...
Read More »

Sunday, April 9, 2017

Cornflake Lembab. Apa cer?

Assalamu'alaikum wmt.

Moga2 ni dikira ilmu walaupun sebenarnya lebih kepada coretan and note to myself.

Practise makes better. So keep doing...consistent~

Back to topic. Al-kisah...

The last time (end of Jan or early feb) I make honey cornflakes, its lembab sebab terlalu banyak butter. So...kali ni lesson learn la kononnya. But thennnnn end up...terlalu sedikit butter dia. Cornflake I jadi hitam huhu. Tutup api dan mula dari awal, masukkan mentega.

Pengajaran kak dhia hari ni. Kalau satu kotak biasa tu, mungkin..setengah buku butter atau kurang dari tu dah ok. Tadi...adjustment lari sikit. Asik tambah...terlebih sudah~ -.-

So? cornflake lembab tu (dek terlebih butter, jadi basah. rangup macam kebiasaan fresh out from box still tetap ada tapi...yelah..result macamtu membuatkan kurang daya tarikan.
so.. hakak dhia try a) oven b)tapis guna penapis

dua2 inisiatif di atas cubaan hakak kurang efektif. daripada membazir, silalah letak usaha promo bagi kat orang yang nak. untuk lebih senang, letak dalam cup. Jadi, senang ngap je per cup.

Apapun alhamdulillah 'ala kulli hal wa astaghfirullah min kulli zanbin.
Read More »

Sunday, October 2, 2016

1 Muharam 1438H

Bismillah...Assalamu'alaikum warahmatullah wbt.

MasyaAllah how time flies so soon...Salam Ma'al Hijrah to all Muslims and Muslimat. May this year onwards our performance are better and more productive, allahumma amiiin.

Just a short coretan...


Pemandangan yang indah dan menenangkan. Usai solat maghrib dan doa, setiap saf terisi dengan jemaah meski tidak sepenuh tadi kerana sudah ada yang pulang memenuhi keperluan masing-masing.

Halwa pendengaran pula lantunan suara bacaan surat cintaNya dari jemaah. Menyambung bacaan al-Quran atau membaca surah Yasin barangkali. Selain itu ada juga yang duduk berzikir selain berkelompok bersama. Semua yang ada di situ punya tujuan yang sama. Trying to please Allah meraih redhaNya dan mengisi masa sambil menanti solat Isya'. Mengisi kedatangan tahun baru dengan berada di rumah Pemilik Bumi dan Alam Semesta. 
Read More »

Tuesday, August 9, 2016

Life Advice for bouncing back from difficult situations?

Posting this up here to share with other people and so that I can track and read back anytime. Taken from this link (here). The contents was shared by Dr. Jana Heilmaier. There are six very important points:

1/ Think Different
Don’t be afraid to think differently, make a difference. Invent a new solution for the puzzles that you are given.
2/ Embrace Mistakes
No target can be achieved without making mistakes. How can we improve without asking, making mistakes and trying?
3/ Act Quickly
To be quick in our decisions and actions is a matter of training. This can be achieved only when we are focused and target oriented in what we do.
4/ Have Fun
Whatever choices we make we must be aware and enjoy them. When we enjoy we give more than 100% consciously or subconsciously. If we are not sure we must recreate the situation.
5/ Be Passionate
This is a driving force that helps people to realise their targets, to be awake and to feel energised. People with passion have this sparkle in their eyes and search for new opportunities, are open to new situations and challenges.
6/ Don’t Give Up!!!
Always work with self-discipline to become the best version of yourself.
Read More »

Friday, June 24, 2016

Random

Assalamu'alaikum wmt.

Salam ramadhan al-mubarak! Plus, jumu'ah mubarakah. Moga hari2 kita dalam redha dan taufiq Allah dan ada saham hasanah (kebaikan) allahumma amin amiiien.

Diri hamba yang dhoif rasa berat. Indeed...memang hidup ni penuh dengan ujian berupa kesenangan dan sesuatu yang kita kurang suka, ups and down, suka duka, pahit, tawar, manis.

Just do your best, plan your time and practise the best you can. Doa, usaha, ikhtiar, tawakkal. Rancang(plan)> Action(do)>Result. Result@ hasil tu Allah yang tetapkan. Robbuna yusahhil amiin. Yang penting usaha dan usaha. Tak terjamin endingnya akan bagus dan berjaya setiap masa.  Biasalah hidup macam satu roda. kejap di atas dan bawah, berjaya dan gagal. What matter most, saat jatuh atau sedih, bangkit dan teruskan langkah.

Apa yang hang cakap sebenaqnya? Pointless.

Ntah. Coretan dari serabut dan apa yang singgah di minda.

POSITIF! OPTIMIS! Mohon pertolongan pada Allah. Allah tak akan tinggalkan kita walau hambaNya kadang leka dan lalai, jauh. Allah...Ighfirlana warhamna. Please dont let us ashtray from YOU... ='(

Jom solat, quran, zikir istighfar, selawat dan hasanah lain (masak ke, kemas rumah, baca buku, tolong orang, dan lain2). Memandangkan hari ni Jumaat, kahfi day...

Oh ya...I do create a channel in telegram. DhiatheOptimist. Bukan nak promo, cuma nak kabo. Moga bermanfaat , positive vibe.

Sekian, wassalamu'alaikum 
Read More »

Saturday, January 9, 2016

Random Mumbling

Bismillah...

Assalamu'alaikum warahmatullah wbt. =)

I am not sure either there are still people reading here I am writing now just to share and express whats in mind a.k.a 'throw out' some from my deep thought. I almost drowning in my own thoughts huhu. So for a clear and healthy mind here it is. May there's some ibrah and manfa'ah to those reading insyaAllah...

At 3 plus pm just now I just realise I din't eat for +-24hrs!!! Imagine that? Indeed thats the truth. My last meal was around 9-10 am yesterday. And after that I am not even eating a piece of kuih I guess. Not even a 'sesuap nasi'. Just drinking. Quick muhasabah in mind, though what I feel is result of not eating a day, how about at akhir zaman during arrival of dajjal huhu since human gonna starve without food stock to fulfill stomach besides zikir?? MasyaAllah...

Then after settling down something, I rush to the kitchen. And there she is, a Mom.

I do told her I din't eat since bla2 and now I am shivering and weak (almost fainted). While I took a sugary drink to reduce my condition, she offered to cook if I want to eat, as she also want to eat together trying the new salted fish given by one of the neighbour. While she cook I just slowly walking around, talked and most of it listen to her stories. Dont have the energy to keep talking much. Trying to survive and pretend like usual. Alhamdulillah after the meal safely digest inside me. There it is. My heart beats' beats super fast and maybe 'masuk angin' or less oxygen to my brain so I sat still to calm down myself and control inhale exhale. My view started to 'samar-samar' on off. Trying to ease myself and rest a lil bit. I've been experience similarly and learn to ease myself otherwise I may fainted as my head condition like that.

By the time I perform prayer, feel like couldnt withstand standing and almost vomit but its Allah that strengthen this slave of HIM. Seriously I appreciate alot by HIS help and Allah's Mercy ArRahman. Allah do give us lenience to talk to Him. Since I couldnt bear again, once finish salam, I lay down on the sajdah continuing with after prayer routines. Allah really sweet right? Not necessarily all the time protocol to talk to Him this and that (indeed there is an adab if making du'a and talking to Him. As possible we can do as our best effort).

Allah is really sweet we can talk verbally with mouth or sometimes in heart. <3 <3 <3

Alhamdulillah now I feel much better. May Allah grant us huda (guidance) towards success fiddarain (duniawi and ukhrawi) and grant us a good health and berkah time and rizq. Allahumma amin amin~~

Thanks for reading until here to those 'sudi' reading. If you got something in mind response or got some ibrah beneficial point here, I am glad to read your comment below.  

Till we meet again on next post insyaAllah. Oh yes you may read my random writing in instagram also using same name.



Sincerely,
Dhia Faaezah-who miss to write some story and sharing.

Read More »

Sunday, October 25, 2015

Tips Bangun Pagi Tanpa Rasa Letih

Dengan Nama ALLAH Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Assalamu'alaikum warahmatullah wbt. 


Saya nak kongsi tips ni. Cubalah dan rasakan perbezaannya~ 


Yang ni saya screen capture dari artikel bertahun sudah. Hari ni baru berkesempatan godek blog sendiri untuk cari dan kongsi. Wallahu'alam bissawab. Moga bermanfaat... =)
Read More »

Monday, July 6, 2015

Ramadhan Yang DiNanti (Bab 9)

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Assalamu'alaikum warahmatullah wbt. Ada yang tercari-cari sambungan cerita ni tak? Sepanjang bulan puasa ni, baru satu ni sambungan. Selamat membaca~ 






Ziyad berusaha untuk terus mencelikkan mata. Badan terasa lemah dan sakit sendi. Langkahnya simpang-siur.

Sebaik mencuci muka, badan rasa lebih baik. Juga untuk menghilangkan rasa kantuk sebenarnya. Kebelakangan ini dia susah untuk tidur malam.

Esok umat Islam akan mula berpuasa. Ramadan yang dinanti bakal tiba. Bulan yang penuh keberkatan.

"Nah..." Amran menghulur satu botol kecil teh lemon sejuk.

"Terima kasih bro." Dengan senang hati Ziyad menyambut huluran dan terus membasahkan tekak.

Ziyad dan Amran pulang bersama. Singgah membeli stok barangan dapur sebelum pulang.

"Malam ni dah mula tarawih, kan?" soal Amran saat mereka beriringin melangkah.

"Iya... Kalau aku tertidur karang, tolong kejut eh," pesan Ziyad. Memang dia selalu terlelap selepas maghrib.

*******

Malam pertama ramadan, surau dan masjid penuh sesak. Ramai yang bersemangat untuk menunaikan tarawih.

Usai lapan rakaat, Haris dan Ziyad melangkah pulang. Amran dan Iman masih tetap meneruskan hingga 20 rakaat tarawih.

"Terima kasih" ucap Haris dan Ziyad apabila ada yang menghulur satu plastik kecil kontena berisi bubur di luar surau. Pemberian pada orang ramai yang berjemaah secara rawak.

"Alhamdulillah rezeki, bubur durian. Hari tu kau terliur nak makan, ni dah dapat" umum Haris sebaik menjenguk dan menghidu isi bubur.

"Alhamdulillah..."

*******

"Emma... Abang Fikri dan akak cadang nak ajak Ziyad serumah berbuka di rumah esok. Kamu nak masak apa-apa tak? Hidangan pencuci mulut" kak Ika menjenguk ke bilik Emma.

"Koktel je lah, nak? Tapi saya tak ikut balik. Dah alang-alang kedai bunga tu tutup sepanjang bulan puasa ni, baik saya duduk sini je" ulas Emma sambil memeluk bantal bentuk hati.

Tiga hari pertama Ramadan kak Ika sekeluarga dan Emma pulang ke rumah keluarga. Bersahur dan berbuka di sana.

"Boleh jugak tu." kak Ika berlalu pergi.

*******

Hujung minggu itu Ziyad pulang ke rumah keluarganya sejak mendapat surat cuti doktor dua hari.

Berkali-kali Ziyad sendawa saat mama mengurut belakang badannya. Telinga terpaksa ditadah mendengar leteran mama.

"Ni macamana boleh jadi macam ni? Ziyad tak jaga makan? Skip makan, asyik ambil makanan ringan dan minuman bergas?" marah mama. Terkejut dia bila Ziyad balik pagi tadi. Masuk rumah terus rebah di sofa ruang tamu dengan wajah cengkung.

"Bukanlah ma. Ziyad selalu tak boleh tidur sekarang ni. Bukan sebab sibuk belajar ataupun banyak fikir..." adu Ziyad.

"Habis tu? Angau ingat perempuan?" tebak mama memperli.

"Pun tak" ringkas balasan Ziyad. Badannya masih lemah. Sejak pagi tadi kepalanya terlalu sakit dan badan panas. Bila pergi klinik tadi 39 celcius haba badannya. Biarpun kurang sihat, namun Ziyad tetap meneruskan puasa siang tadi. Malam ini dia terlepas berjemaah di masjid atau surau. Sangat tidak larat.

Selepas mengurut belakang, kepala pula. Bila baring di riba mama, mudah pula Ziyad lena.
Adiknya, Dina menghampar comforter menyelimutkan badan si abang yang sakit. Televisyen yang tadinya dibuka dengan suara kecil, ditutup terus.

*******

~Bersambung~



Read More »

Friday, June 26, 2015

Main Game + Buat Pahala. JOM¬!

Bismillahirrahman nirraheem...

Assalamu'alaikum warahmatullah wbt. Ni saya copy paste dari blog milik Sakura Ungu (sini). Jom mula dengan bismillah¬ ;)


  1. Assalamu'alaikum. Baca ni. Tengok nombor 5.
  2. SubhanAllah Wa Bihamdih! Lari ke nombor 8. Cepat!!!
  3. Laa ila ha illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minaz Dzalimiin. Ermmm... Dekat nombor 7 lah.
  4. Laa ilaaha illallah. Kejap-kejap, dah dekat dah. Go to number 9.
  5. Wa'alaikumussalam. Pergi ke nombo 2.
  6. Lahaula Wala Quwata illa Billah Hil Aliyil 'Azim. Singgah ke 4.
  7. SubhanAllahal'adzim. Sabarnye awak. Jap ye. Pergi nombor 12 dulu.
  8. Allahuakbar! Pindah ke nombor 3.
  9. Alhamdulillah'ala Ni'matil Islam. Dah dekat! Pergi kat nombor 13.
  10. Astaghfirullah al 'adzim! Istighfar. Jangan marah. Awak tahu Jawapannya nanti. Pergi jumpa nombor 6.
  11. Alhamdulillah. Awak dah dapat Pahala!
  12. Selawat lah. Allahumma Solli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa'ala 'Ali Sayyidina Muhammad. Move to number 10.
  13. MashaaAllah. Ni yang Terakhir. Pergi kat nombor 11.

Tahniah sudah berjaya hingga ke nombor terakhir. Well done!
Read More »

Wednesday, June 10, 2015

Kisah Motivasi Menjadi Hafiz/Hafizah Al-Quran

Assalamu'alaikum warahmatullah wbt. Berikut saya ambil perkongsian dari akaun facebook Ustazah Fatimah Syarha. Kisah seorang Ibu lanjut umur yang menyelesaikan menghafaz al-quran di usia 82 tahun. MasyaAllah...Really inspiring~!!!



UMMU Shalih. 82 tahun, mulai menghafal Al-Qur’an pada usianya yang ke-70. Tamasyanya ke taman hafalan Al-Qur’an, sungguh sangat menginspirasi. Cita-citanya yang tinggi, kesabaran, dan juga pengorbanannya patut kita teladani.

Inilah hasil wawancara dengan Ummu Shalih yang dimuat Majalah Ad-Dakwah di Malaysia.

Q- Motivasi apa yang mendorong Anda untuk menghafalkan Al-Qur’an pada umur yang setua ini?
Sebenarnya, cita-cita saya untuk menghafal Al-Qur’an sudah tumbuh sejak kecil. Kala itu ayah selalu mendoakanku agar menjadj hafizhah Al-Qur’an seperti beliau dan juga seperti kakak laki-lakiku. Dari hal itulah, aku mampu menghafal beberapa surat —kira-kira 3 juz.

Ketika usiaku menginjak 13 tahun, aku menikah. Tentu setelah itu aku tersibukkan dengan urusan rumah dan anak-anakku. Ketika aku dikaruniai 7 (tujuh) orang anak, suamiku wafat. Karena ketujuh buah hatiku masih kecil-kecil, maka seluruh waktuku tersita untuk mengurusi dan mendidik mereka.

Nah, ketika mereka sudah dewasa dan berkeluarga, maka waktu ku pun kembali luang. Dan hal yang pertama kali aku tunaikan adalah mencurahkan tenaga dan waktuku untuk mewujudkan cita-cita agungku yang tertunda untuk menghafal Kitabullah Azza wa Jalla.

Q- Bagaimana awal perjalanan Anda dalam menghafal?
Aku mulai menghafal kembali ketika putri bungsuku masih duduk di bangku Tsanawiyah (SMP). Dia salah satu putriku yang paling dekat denganku, dan dia sangat mencintaiku. Sebab kakak-kakak perempuannya telah menikah dan disibukkan dengan kehidupan baru mereka. Sedangkan, dia (putri bungsuku) tinggal bersamaku. Dia sangat santun, jujur, dan mencintai kebaikan.
Putri bungsuku pun bercita-cita untuk menghafal Al-Qur’an—terlebih ketika ustadzahnya menyemangati dirinya. Dari sinilah, saya dan juga putri bungsuku menghafal Al-Qur’an, setiap hari 10 ayat.

Q- Bagaimana metode yang Anda gunakan untuk menghafal?
Setiap hari, kami hanya menghafal 10 ayat saja. Pada ba’da Ashar, Kami selalu duduk bersama. Putriku membaca ayat, kemudian aku menirukannya hingga 3 (tiga) kali. Setelah itu putriku menerangkan makna dari ayat-ayat yang Kami baca. Lantas membaca kembali ayat-ayat tersebut hingga 3 (tiga) kali.

Keesokan harinya, sebelum berangkat ke sekolah putriku mengulangi ayat-ayat tersebut untukku. Tak cukup itu saja, saya pun menggunakan tape recorder untuk mendengar murattal Syaikh Al-Hushairi, dan aku mengulanginya hingga 3 (tiga) kali. Aku pun mendengar murattal tersebut pada sebagian besar waktuku.

Kami menetapkan hari Jum’at, khusus untuk mengulangi kembali ayat-ayat yang kami hafal selama satu pekan. Demikian seterusnya, saya dan putri bungsuku selalu menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dengan cara tersebut.

Q- Kapan Anda selesal menghafal seluruh Al-Qur’an?
Kira-kira 4,5 tahun berjalan aku sudah hafal 12 Juz dengan cara yang telah saya sebutkan. Kemudian putriku pun menikah. Ketika suaminya mengetahui kebiasaan kami, dia pun mengontrak sebuah rumah yang dekat dengan rumahku untuk memberikan kesempatan kepadaku dan putriku untuk menyempurnakan hafalan kami.

Semoga Allah membalas kebaikan menantuku dengan kebaikan yang lebih baik. Dialah yang selalu menyemangati kami, bahkan terkadang dia menemani kami untuk menyimak hafalan kami, menafsirkan ayat-ayat yang kami baca, dan juga memberikan pelajaran-pelajaran berharga kepada kami.

Tiga tahun kemudian, putriku tersibukkan dengan urusan anak-anaknya dan pekerjaan rumahnya. Sehingga tidak bisa melazimi kebiasaan yang telah kami jalani. Putriku pun merasa khawatir hafalanku menjadi terbengkalai. Maka, putriku pun mencarikan untukku seorang ustadzah agar dapat menemaniku menyempurnakan hafalanku.

Dengan taufik Allah Azza Wajalla aku pun telah purna menghafalkan seluruh Al-Qur’an. Semangat putriku pun masih membara untuk menyusulku menjadi hafizhah Al-Qur’an. Bahkan, tidak mengendur sedikit pun.

Q- Cita-cita Anda sangat tinggi, dan Anda pun telah mewujudkannya. Siapakah sosok wanita di sekitar Anda yang selalu mendukung Anda?


Motivasi saya telah jelas dan terang. Putri-putriku, juga para menantu perempuanku pastinya selalu mendukungku. Walau hanya satu jam, kami sepakat untuk mengadakan pertemuan sepekan sekali. Dalam pertemuan itu kami menghafal beberapa surat, dan saling menyimak hafalan. Terkadang pertemuan itu pun macet. Tetapi kemudian mereka bersepakat kembali untuk bertemu. Saya yakin, niat mereka semua sangat baik.

Tak ketinggalan pula, cucu-cucu perempuanku yang selalu memberikan kaset-kaset murattal Al-Qur’an. Hingga aku pun selalu memberi mereka bermacam-macam hadiah.

Awalnya, tetangga-tetanggaku juga tidak simpatik dengan cita-citaku. Mereka selalu mengingatkanku betapa sulitnya menghafal di usia yang daya ingatnya telah lemah. Tetapi ketika mereka melihat kebulatan tekadku, akhirnya mereka pun berbalik mendukung dan menyemangatiku. Ada di antara tetanggaku yang juga ikut tersulut semangatnya untuk menghafal, dan sedikit demi sedikit hafalannya pun mulai bertambah.

Ketika tetangga-tetanggaku mengetahui bahwa aku telah purna menghafal seluruh Al-Qur’an, mereka pun sangat berbahagia. Hingga kulihat air mata bahagia menetes di pipi mereka.
Sekarang, apakah Anda merasa kesulitan untuk muraja’ah (mengulangi) hafalan?
Saya selalu mendengarkan murattal Al-Qur’an, dan menirukannya. Demikian juga ketika shalat, saya selalu membaca beberapa surat panjang. Terkadang pula saya meminta salah seorang putriku untuk menyimak hafalanku.


Q- Di antara putra-putri Anda, adakah yang juga hafizh seperti Anda?


Tak ada satu pun dari mereka yang hafal keseluruhan Al-Qur’an. Tetapi, insya Allah mereka selalu berusaha mencapai cita-cita menjadi hafizh. Semoga Allah menyampaikan mereka pada hal tersebut dengan bimbingan-Nya.

Q- Setelah hafal Al-Qur’an, tidak terpikirkan untuk menghafal hadits?


Saat ini, saya telah hafal 90 hadits, dan saya tetap berkeinginan untuk melanjutkannya, Insya Allah. Saya menghafalnya dengan mendengarkan dari kaset. Pada setiap akhir pekan, putriku membacakan untukku 3 (tiga) hadits. Sekarang, saya telah mencoba untuk menghafal hadits lebih banyak lagi.

Q- Setelah kurang lebih 12 tahun Anda disibukkan dengan menghafal Al-Qur’an, perubahan apa yang Anda rasakan dalam kehidupan Anda?


Benar, saya merasakan perubahan yang mendasar dalam diri saya. Walau sebelum menghafal–untuk Allah segala pujian—saya selalu menjaga diri untuk senantiasa dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Setelah disibukkan dengan menghafalkan Al-Qur’an, justru saya merasakan kelapangan hati yang tak terkira, dan sirnalah seluruh kecemasan dalam diriku. Saya pun tidak pernah menyangka akan terbebas dari perasaan khawatir terhadap urusan-urusan yang menimpa anak-anakku.

Moral dan spiritku benar-benar terangkat. Hingga aku pun rela berpayah-payah untuk mewujudkan kerinduanku dalam mewujudkan cita-citaku. Inilah nikmat terbesar yang diberikan oleh Sang Khaliq Azza Wajalla kepadaku sebagai wanita tua, suami pun telah tiada, dan juga anak-anaknya pun mulai berkeluarga.

Di saat wanita lanjut usia lainnya terjebak dalam angan-angan dan lamunan. Tetapi aku —segala puji hanya untuk Allah— tidak merasakan hal yang demikian. Saya benar-benar tersibukkan dengan urusan besar yang memiliki faedah di dunia dan akhirat.

Q- Ketika itu, apakah Anda tidak berpikir untuk mendaftarkan diri pada sebuah pesantren penghafal Al-Qur’an?

Pernah beberapa wanita yang mengusulkan kepadaku, tapi saya adalah wanita yang terbiasa untuk berdiam diri di dalam rumah dan jarang sekali keluar rumah. Alhamdulillah, karena putriku telah mencukupi segalanya dan membantuku dalam segala urusan. Sungguh, putriku benar-benar tidak ada duanya. Aku pun telah banyak mengambil pelajaran darinya.


Q- Apa saran Anda kepada wanita yang telah lanjut usia, dan menginginkan untuk dapat menghafalkan Al-Qur’an, tetapi terhalang oleh rasa khawatir dan merasa tidak mampu untuk melaksanakannya?


Saya katakan, “Jangan berputus asa terhadap cita-cita yang benar. Teguhkanlah keinginanmu, bulatkan tekadmu, dan berdoalah kepada Allah di setiap waktu. Kemudian, mulailah sekarang juga. Setelah umurmu berlalu dan kau curahkan seluruhnya untuk memenuhi tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, mendidik anak, dan mengurus suami. Maka sekarang saatnyalah Anda memanjakan diri. Bukan berarti kemudian memperbanyak keluar rumah, memuaskan diri dengan tidur, bermewah-mewah, dan banyak beristirahat. Tetapi memanjakan diri dengan amal shalih. Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita memohon khusnul khatimah.

Q- Nasihat Anda terhadap para remaja?

Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Nikmat Allah berupa kesehatan, dan banyaknya waktu luangmu, maksimalkanlah untuk menghafal kitab Allah Azza Wa Jalla. Inilah cahaya yang akan menyinari hatimu, hidupmu, dan kuburmu setelah engkau mati.

Jika kalian masih memiliki ibu, bersungguh-sungguhlah dalam membimbingnya menuju ketaatan kepada Allah. Demi Allah, tidak ada nikmat yang lebih dicintai seorang ibu kecuali seorang anak shalih yang mau menolongnya untuk mendekatkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla.


Read More »

Tuesday, June 9, 2015

Ramadhan ahlan wa sahlan


Assalamu'alaikum warahmatullah wbt.




Alhamdulillah...Tak lama lagi kurang dua minggu bulan Ramadhan yang penuh keberkatan akan menjengah tiba~ <3 <3 <3

 Diri ini rasa rindu. Entah sempat atau tidak kembali bertemu bulan yang banyak keberkatan, mudah khusyuk beribadah, bulan yang mempunyai banyak kelebihan. Bulan yang boleh kita ambil peluang rebut buat pahala banyak-banyak untuk bekalan menuju alam akhirat kelak.

Persediaan sebelum Ramadhan:

1) Bangun tahajud, sahur, tak tidur lepas Sahur dan selepas Subuh.
2) Banyakkan berpuasa sebelum kedatangan Ramadhan agar tak letih dengan aktiviti harian.
3) Memperbanyakkan ibadah. Macam bersenam kalau nak capai 5 pusingan, tak dapat dibuat terus. Kena biasakan diri dulu sedikit demi sedikit.



Allahumma ballighna ramadhan. Ya Allah~ Temukanlah kami dengan bulan ramadhan~

p/s: Kalau korang ada nak share, sila2 kita kongsi sesama.


Read More »

Karya Menarik dari Penulis Lain (Part 3)

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Assalamu'alaikum wmt~ ..Allahumma solli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala aali sayyidina Muhammad (11x)


Alhamdulillah. Kali terakhir saya recommend karya penulis lain adalah bulan 10, tahun lepas. Sekarang dah 3 bulan kita berada di tahun baru. Tanpa membuang masa, jom Check it out~ Moga ada manfaat insyaAllah.



1) http://www.penulisan2u.my/2015/02/cerpen-aku-dan-si-debab

2) Kisah Abang Tembikai di profile fb Encik Sederhana

(@Rusydee Artz yang punya) , Cek sendiri lah ek link sebab saya sendiri belum habis marathon (tak tercari) keseluruhan entri yang lebih dari 40 bab. Kat ilham karangkraf pun rusydee artz tu ada post. Cuma perlahan update.

3) Izzah Haneefa (Penulis novel Imam Mudaku Romantik)
http://ihtellsusomestories.blogspot.com/2013/01/cerpen-sebelum-bersamamu_9846.html


4) Kat Fb

a) Ustaz Pahrol Mohamad Juoi 

Menarik buku-buku tulisan ustaz ni yang sudah saya pernah baca beberapa buah (tak baca semua lagi).


b) Dr Bilal Philips

c) Yasmen Mogahed (Penulis buku best selling- Reclaim Your Heart)


5) Kat youtube

Ceramah Habib Ali Zaenal Abidin upload oleh Cocombee, ceramah Ustaz Abdullah Khairi, Nouman Ali Khan, Ustaz Yusuf Mansur (tips undang jodoh, rezeki, sedekah).

To watch list: movie indonesia'Haji Backpacker'  cerita telemovie 'Hidupku, solatku matiku' lakonan Sharnaz Ahmad, Putri Balqis. tentang lelaki yang menghidap penyakit kusta dicemuh dipinggirkan masyarakat, Cerita islamik dan banyak pengajaran (itu yang saya baca dari review sorang sahabat)

Kalau korang ada suggestion, sharelah kat sini dengan tulis kat ruangan komen ye. Kongsi benda baik bersama =)
Read More »

Monday, June 8, 2015

Ramadhan Yang DiNanti (Bab 8)

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang






Dilema yang membelenggu sejak beberapa hari ini diluahkan pada Haris. Haris pandai menebak dan lebih arif bab bahasa hati di antara mereka.

"Habis tu?" soal Haris usai Ziyad menceritakan kisah di taman permainan dan perbualannya dengan abang Fikri.

"Ya itulah" balas Ziyad. Serabut fikirannya.

"Dah kau tak bersedia, cakap jelah cuma salah faham. Memang macam tu pun hakikatnya kan." Haris membuat kesimpulan. Dilirik Ziyad yang berbaring di sofa ruang tamu.

Ziyad memegang kepala. Cuba untuk menyusun kata meluahkan.

"Kecuali kalau kau memang terpaut pada Emma tu. Itu yang buat kau serba-salah macam ni. Nak tolak terus, sayang dan berat hati" tebak Haris.

Serkap jarang Haris memang seakan memanah tepat ke hati. Namun Ziyad tidak membalas menafikan apatah lagi mengiakan.

"Istikharah kau macamana?" Haris tahu. Ziyad yang dia kenal memang pasti sudah melakukannya meminta petunjuk dari Sang Pencipta.

"Masih tak jelas lagi..." sahut Ziyad. Memang sejak berbual dengan abang Fikri tu dia terus konsisten melakukan solat istikharah setiap hari.

"Teruskan. Dan tanya diri kau. Kalau memang rasa mampu nak kahwin sekarang, pinang je lah" ringkas saran Haris.

"Tapi kalau kau tak nak kahwin dalam setahun dua ni, lebih baik tak payah. Tak elok ikat dan beri harapan lama-lama. Menanti tu sakit tau" sambung Haris.

"Waktu kita sem pertama unversiti dulu, mak pernah cakap kalau nak kahwin kena habis belajar dulu. Lainlah kalu anak perempuan yang dipinang masa masih belajar. Lebih terjamin boleh tanggung makan-minum..." luah Ziyad. Dan sekarang rasanya dia belum sampai tahap nak buka semula isu tu dengan mak.

"Mungkin ini cuma ujian, jodoh belum sampai lagi" Ziyad berkata pada diri sendiri. Namun masih didengari Haris.

"Mungkin...Tapi jodoh ni perlu usaha dan kesungguhan jugak" tambah Haris.

"Kau perlu tukar bidang la Ris. Jadi kaunselor. Memang terbaik" puji Ziyad sambil menaikkan ibu jari.

Haris cuma ketawa kecil dan sengih. Tak kembang dek puji.

*******

Ziyad lega. Isu meminang sudah ditutup selepas Ziyad bersemuka dengan abang Fikri cuma salah faham. Mujur sahaja cerita itu tidak sampai ke telinga ahli keluarga Emma yang lain.

Nasib baik Abang Fikri dan kak Ika tidak memandang serong padanya atas kesalahfahaman yng terjadi.

Ziyad pun jarang bertembung dengan Emma setelah pertemuan di taman permainan itu. Kalau sebelum itu memang sesekali mereka terserempak di gerai makan atau di bangunan tempat Emma bekerja.

"Nak bunga ros merah tiga kuntum" Ziyad membuat pesanan sebaik tiba di kaunter.
Emma mendongak memandang wajah pelanggan yang membuat pesanan.

"Untuk kekasih ke?" biasa saja nada suaranya bertanya tanpa cemburu. Cuma ingin tahu.

"Tak. Untuk mak. Hari ni hari jadi dia"

"Boleh tahan romantik jugak awak ni" komen Emma sambil menyiapkan pesanan Ziyad.
Ziyad cuma sengih sambil menulis nota ucapan dalam kad kecil. Inilah pertama kali dia membeli bunga.

"Lebih cantik perempuan pakai tudung" ucap Ziyad sebaik membuat pembayaran sebelum berlalu.
Emma tunduk. Minda mencerna ayat terakhir Ziyad.

"Cis. Kalau nak puji tu, pujilah terus terang. Aku cantik bila bertudung macam ni. Ni putar-belit" Emma membebel sendiri.

Emma senyum lebar. Pujian Ziyad menceriakan harinya. Menambah semangat untuk konsisten terus bertudung dan berusaha menutup aurat secara sempurna. 

*******

~~Bersambung~~
Read More »

Ramadhan Yang DiNanti (Bab 7ii)

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang




Gara-gara terpandang Emma tengah duduk di taman permainan taman perumahan mereka, Ziyad sanggup singgah ke situ selepas balik ke rumah sewanya. Penat seharian dari kuliah ditolak tepi.

Beg kertas yang dibawa pulang dari rumah keluarga dihulur pada Emma yang sedang duduk bersendirian.

"Apa ni?" soal Emma pelik bila Ziyad menghulurkan beg kertas itu usai mengucap salam kepadanya.

"Untuk awak..." bila huluran tidak disambut, Ziyad meletakkannya di sebelah Emma.

"Hari tu awak dah belanja makanan, ni ada hadiah lagi. Maaf saya tak boleh terima. Nanti termakan budi" dan saya tak nak bayar dengan body! sambung Emma dalam hati.

"Takpe rezeki awak. Memandangkan tak lama lagi nak ramadhan, harap awak sudi pakai hadiah ni nanti" ucap Ziyad tenang sambil terus berdiri memandang ke arah sekumpulan kanak-kanak yang riang berbuai di taman itu.

"Kecantikan seorang perempuan, lebih elok disimpan untuk lelaki yang halal untuk dia..." luah Ziyad. Matanya masih memandang ke arah kanak-kanak di depan mereka. 


Emma diam. Bukan dia tak tahu hal aurat, bertudung itu semua. Cuma entahlah. Belum terbuka hati mungkin.

"Tak pernah orang tegur. Awaklah yang pertama. Terima kasih" Emma menerima teguran itu dengan hati lapang.

"Sama-sama"

"Awak tahu model ni? Dia chinese masuk islam ramadhan tahun lepas" Emma mengajukan soalan sambil mengajuk pada gambar cover buku yang dibacanya.
Ziyad menoleh memandang buku di tangan Emma.

"Tau gitu-gitu je. Kenapa?"

"Dia dah kahwin dua hari lepas. Dengan lelaki melayu doktor phD, pakar Nano" topik spontan sebenarnya.

"Baguslah"

"Awak ada perancangan nak kahwin masa belajar tak? Dalam setahun dua ni" soalan yang diajukan Emma disambut dengan kerutan di dahi Ziyad.

"Kenapa tanya? Awak nak kahwin dengan saya ke?" soalan dibalas dengan soalan.

Emma rasa kejung tubuh serta-merta. Soalan cepumas begitu yang diaju dari si teruna yang memang dia sudah terpaut hati sejak kes diragut tempoh hari. Wajahnya panas dan jantung berdetak laju.

"Are you proposing me?" Emma memberanikan diri menatap wajah Ziyad. Ingin tahu reaksi.

"Ha?" Ziyad pula tercengang. Dia main luah je tadi soalan tu. Dan selepas terlafaz baru perasan makna soalannya. Rasa terjerut leher dengan ucapan sendiri. Adus!

"Aaa er...Taklah. Saya tak mampu nak pinang dan sara anak dara orang lagi..." luah Ziyad menunduk dengan suara perlahan. Memang itu hakikatnya.

"Tak apa uncle. Cik Ma ni dah habis belajar dan dah kerja. Boleh sama-sama cari duit nanti" si kecil Wildan petah berbicara sambil duduk di sebelah mak saudaranya.

"Amboi siapa ajar Wildan cakap macamtu?" Emma mencuit pipi anak berusia tujuh tahun itu. Kecil-kecil sudah pandai nak promosi! Malulah dia sebagai perempuan. Malu nak mendongak memandang Ziyad.

Ziyad gelak. Pandai pula budak kecil begitu bagi idea cari duit bersama bila kahwin nanti. Sangatlah bijak.

"Alah Wildan kan genius" Wildan berucap megah. Memang itu yang selalu disebut orang pada dia.

"Abaikan je cakap Wildan ni." ucap Emma tanpa menoleh pada Ziyad.

"Kalau uncle nak tau, Cik Ma ni umur dia dua puluh dua. Sebab selalu lompat kelas, Cik Ma cepat habis belajar degree umur dua puluh satu"

"Eh kenapa cerita pasal Cik Ma ni" Emma membeliakkan mata sambil memaut leher Wildan. Wildan seronok ketawa. Suka mengusik orang.

Info dari Wildan mengejutkan Ziyad. Sekaligus menjawab persoalan hal itu. Jadi dirinya dan Emma umur sebaya.

"Nanti Wildan bagitau kat ummi dan abi. Uncle Ziyad nak pinang Cik Ma" selamba saja Wildan membuat kesimpulan sendiri.

Ziyad hanya ketawa. Tidak sempat dia berkata apa-apa, Emma sudah menarik Wildan bermain buai. Menjauh darinya.

Emma lagilah tidak senang duduk sebaik mendengar ucapan Wildan.Rasa panas biarpun cuaca redup. Memang terus dia bingkas bangun menarik Wildan menjauh dari Ziyad.

*******

Selang beberapa hari setelah itu, Ziyad bertembung dengan abang Fikri di masjid usai menunaikan solat jumaat. Mereka beriringan keluar masjid bersama.

"Wildan cerita, Ziyad nak pinang Emma. Betul ke?" ah sudah. Wildan betul-betul mengotakan ucapannya.

"Tak adalah bang. Saya kan masih belajar lagi. Lagipun saya tak layak berdiri di sebelah Emma. Tak sekufu. Dia pintar dah habis belajar, saya biasa-biasa je" 

Memang sebaik mengetahui Emma banyak lompat kelas dan sudah tamat belajar, Ziyad jadi segan seakan ada dinding di antara mereka.

Fikri senyum mendengarnya sambil memeluk bahu Ziyad.

"Syarat kahwin kena sama level IQ ke? Tak tahu pulak abang" perli Fikri dengan senyum senget.
Sebelah tangan Ziyad mengaru kepala yang tidak gatal. Kehabisan kata untuk menyambung bicara. Terkena sindiran.

"Abang dan kakak setuju je kalau Ziyad nak masuk meminang. Benda baik elok disegerakan. Belum habis belajar tu bukan satu isu. Mak abah pun tak kisah pasal tu" umum Fikri. Mereka berdua berdiri di perkarangan masjid.

Ziyad diam. Otaknya rasa tepu tidak berfungsi. Dia tunduk. Kaki menguis-nguis rumput.

"Abah memang nak kahwinkan Emma dalam setahun dua ni. Hehe siapa cepat dia dapat. Kalau lambat, nanti melepas diambil orang" usik Fikri.

"Jomlah balik dengan abang" ajak Fikri. Lagipun Ziyad berseorangan ke masjid yang cuma jarak sepuluh minit menaiki kereta. Kalau jalan kaki, ada jalan pintas.

Mereka pulang bersama menaiki kereta Abang Fikri. Rakan serumah yang lain sejak pagi keluar dengan urusan masing-masing.

*******



~~Bersambung~~
Read More »

Tazkirah Santai

Tazkirah Corner....

Di Uji...

'Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan "kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji?'
(Surah al-Ankabut:2)

'Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang menyakitkan hati...'
(Surah Ali ‘Imran:186)

'Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar...'
(Surah Al Baqarah:155)


Bersabarlah...

'Dan mohonlah pertolongan(kepada Allah) dengan sabar dan solat....' (Surah Al Baqarah:45)

'Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu...'
(Surah Ali ‘Imran:200)

'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya...' (Surah Al Baqarah:286)

'....boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu lebih baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui'
(Surah Al Baqarah:216)


La Tahzan...

'Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati,sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman'
(Surah Ali ‘Imran:139)

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (kerana kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah'
(Surah Ali ‘Imran 110)

'Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka......Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang besar'
(Surah At Taubah 111)


Never Give Up!!!(La Tai-a-su)

'....Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir'
(Surah Yusuf:87)

'..."Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal...'
(Surah At Taubah:129)

'Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkan kamu...' (Surah Ali ‘Imran:160)

Note (Reminder):


Ya Allah sesungguhnya kami berlindung denganMu daripada ilmu yang tidak memberi manfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak pernah puas dan daripada doa yang tidak dimakbulkan. Amin Ya Rabbal 'alamin...

Ilmu yang baik perlu dimanfaatkan.
Baca+ fahami+ hayati+ praktikkan+amalkan.


"Orang yang menyahut seruan azan dengan serta merta meninggalkan segala urusan untuk menunaikan solat berjema'ah, di akhirat kelak, dia akan dijemput oleh Allah S.W.T dengan penuh lemah-lembut dan menjadi tetamu-Nya."[Imam Ghazali]
 

Ahlan Wa Sahlan

Mohon maaf still under construction. Walau bagaimanapun, feel free to read any posts available here. Semoga ada manfaat...

Ahlan Wasahlan. Welcome~

Assalamu'alaikum...Ahlan wasahlan...Syukran wa jazakumullah khair atas kunjungan antum di sini. Moga bermanfaat. Ana hanya insan biasa, hamba Allah yang masih cuba berusaha memperbaiki diri untuk persiapan bekalan di akhirat kelak...

Akhir kalam, lets always make a du'a may all of us part of muslimeen, mu'miniin, solihiin, sobirin, muslihin, muhsinin, muttaqiin, & mumtazin fidunya wal akhirah wa ahlul Jannah. amin amin amin...

If you want to contact me, for the time being just leave a comment on any post on this post. In syaa Allah I will reply.

Sekian, Wassalam...
 
Blogger Templates